Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Yogyakarta Independent School Jadi Tuan Rumah Pertemuan Kepala Sekolah SMP Negeri se-Kabupaten Sleman

Yogyakarta Independent School jadi tuan rumah pertemuan kepala sekolah SMP Negeri se-Kabupaten Sleman

Belum genap pukul tujuh pagi, tetapi suasana di Yogyakarta Independent School sudah terasa tidak seperti biasanya. Langkah para guru terdengar lebih cepat, staf hilir mudik dengan daftar persiapan di tangan, dan salah satu sudut sekolah tampak disiapkan dengan lebih teliti.

Sekolah internasional di Yogyakarta ini seolah menyimpan rahasia di balik kesibukan tersebut. Ada sesuatu yang besar akan terjadi pagi itu, sesuatu yang membuat ritme sekolah berubah sejak matahari belum tinggi.

Hari itu, Jumat, 27 Februari, Yogyakarta Independent School atau disingkat YIS menjadi tuan rumah “Pertemuan Kepala Sekolah SMP Negeri se-Kabupaten Sleman”. Lho? Tunggu dulu. Sekolah internasional menjadi tuan rumah pertemuan kepala sekolah negeri?

Suasana Yogyakarta Independent School saat pertemuan kepala sekolah smp negeri se-kabupaten Sleman
Break time di YIS di sela pertemuan Kepala Sekolah SMP Negeri se-Kabupaten Sleman

Apakah statusnya berubah? Pertanyaan itu mungkin juga terlintas di benak kalian. Saya pun sempat bertanya-tanya ketika membaca judul acara yang terpampang di panggung. Untuk memahaminya, rasanya perlu melihat kembali jenis sekolah di Indonesia.

Banyak orang mengira hanya ada dua kategori: negeri dan swasta. Dulu, ketika masih bersekolah, saya pun berpikir demikian. Jika tidak diterima di sekolah negeri, pilihan berikutnya adalah sekolah swasta. Padahal, berdasarkan pengelolaannya, sekolah di Indonesia terbagi menjadi tiga kategori: sekolah negeri, sekolah swasta, dan sekolah SPK (Satuan Pendidikan Kerjasama). 

Berdasarkan kategori tersebut, Yogyakarta Independent School termasuk dalam sekolah SPK. Artinya, meski dikenal sebagai sekolah internasional di Yogyakarta, YIS tetap berada dalam kerangka sistem pendidikan nasional. 

Itulah sebabnya, YIS aktif berkolaborasi dan diundang oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman dalam setiap kegiatan, termasuk menjadi tuan rumah pertemuan kepala sekolah SMP negeri. Jadi, cukup jelas kan tidak ada perubahan status. Malahan yang ada adalah ruang kolaborasi tempat berbagai jenis sekolah bertemu dalam semangat yang sama yaitu memajukan pendidikan.

Lapangan Basket yang Disulap Jadi Ruang Diskusi

Perbedaan kategori sekolah di Indonesia bukanlah sekat, justru saling melengkapi. Pertemuan Kepala Sekolah SMP Negeri se-Kabupaten Sleman ini pun bukan agenda pertama. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara berkala dan bergantian lokasi. Kali ini, Yogyakarta Independent School mendapat kehormatan menjadi tuan rumah dan menyambutnya dengan penuh kesiapan.

Lapangan basket disulap jadi ruang pertemuan (dok. YIS)

Sejak pukul 07.00 WIB, para tamu mulai berdatangan. Mereka mengisi daftar hadir di meja registrasi, lalu diarahkan menuju lantai dua. Tidak ada ruang rapat formal dengan meja panjang dan pendingin ruangan yang tertutup rapat. Yang ada justru sebuah lapangan basket indoor yang telah disulap menjadi ruang pertemuan.

Kursi-kursi ditata membentuk setengah lingkaran, menghadap panggung kecil yang menjadi pusat perhatian. Di sisi kanan dan kiri panggung, dua layar monitor telah disiapkan untuk mendukung presentasi. Tata ruang yang sederhana namun fungsional itu menciptakan suasana lebih terbuka dan komunikatif.

Sesuai rundown, acara dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB. Satu per satu kursi terisi. Sekitar 150 tamu undangan hadir pagi itu. Meski langit tampak mendung, raut wajah para peserta memancarkan antusiasme. Senyum dan sapaan hangat saling bertukar di antara mereka.

Ketika “Kucing-Kucing Kecil” Membuka Acara

Lima belas menit sebelum acara dimulai, suasana mendadak berubah lebih semarak. Beberapa siswa YIS memasuki ruangan dengan kostum kucing yang menggemaskan dan sebagian lainnya dengan alat musik di tangan. Mereka bersiap menampilkan pertunjukan pembuka.

Siswa Yogyakarta Independent School bersiap untuk tampil
Para siswa YIS bersiap-siap untuk tampil (dok. YIS)

Musik pun mengalun. Para siswa bermain musik, menyanyi, dan menari dengan penuh percaya diri. Gerakan mereka lincah, ekspresi mereka ceria. “Kucing-kucing kecil” itu sukses mencairkan suasana dan menghadirkan energi positif di tengah pertemuan formal para kepala sekolah.

Tepuk tangan mengiringi akhir penampilan. Setelah itu, acara resmi dimulai dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, menandai dimulainya rangkaian pertemuan yang sarat makna dan kolaborasi.

Jejak Panjang Yogyakarta Independent School (YIS)

Dalam sambutannya, Ibu Benedikta Setiyani (perwakilan Yayasan) mengajak para tamu menengok kembali perjalanan awal berdirinya Yogyakarta Independent School. Sekolah ini telah berdiri sejak 1989, dan saat ini menempati lahan seluas 6,5 hektare di Kabupaten Sleman.

Di atas area yang luas itu, berbagai fasilitas pendidikan dibangun untuk menunjang proses belajar yang komprehensif. Ia menyebutkan sejumlah fasilitas unggulan, mulai dari kebun raya dan mini zoo yang menjadi bagian dari pembelajaran berbasis alam, hingga lapangan sepak bola, voli, dan basket.

Lapangan Sepak Bola di Yogyakarta Independent School jadi spot hijau
Lapangan sepak bola dan pepohonan, spot hijau di YIS

Tersedia pula kantin serta musala yang menunjang kebutuhan siswa dan tenaga pendidik. Lingkungan sekolah dirancang bukan sekadar sebagai tempat belajar di dalam kelas, melainkan sebagai ruang tumbuh yang menyatu dengan alam.

Dengan mengusung kurikulum International Baccalaureate (IB), YIS berkomitmen membentuk siswa menjadi individu yang berpikir kritis, berprinsip, terbuka, dan berwawasan global. Banyak alumni YIS yang telah berprestasi dan berperan aktif di berbagai sektor, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Namun, YIS tidak hanya berfokus pada mutu akademik. Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting dari identitas sekolah ini. Ibu Yani, sapaan akrabnya, bercerita bahwa sebelum YIS berdiri, kawasan sekitar kerap dilanda banjir. Seiring hadirnya sekolah dengan lahan hijau yang luas dan tata kelola lingkungan yang baik, kondisi tersebut berangsur membaik. Area sekitar kini tidak lagi mengalami banjir seperti dulu.

Area bermain Yogyakarta Independent School yang asri
Area bermain di YIS, suasananya asri

Pernyataan itu terasa nyata ketika mata memandang sekeliling. Hamparan rumput hijau dan pepohonan rindang mendominasi lanskap sekolah. Tempat duduk para tamu pagi itu berada di area semi outdoor tanpa dinding tertutup, sehingga pemandangan alam dapat terlihat jelas.

Tentang Yogyakarta Independent School (YIS)

Ibu Veronika Swanti, dalam sambutannya memaparkan lebih rinci tentang profil dan sistem pendidikan yang diterapkan di Yogyakarta Independent School. Sebagai sekolah internasional di Yogyakarta, YIS mengadopsi kurikulum International Baccalaureate (IB) secara lengkap di seluruh jenjang pendidikannya.

YIS menyelenggarakan Primary Years Programme (PYP) untuk jenjang TK hingga SD (kelas 1– 6), Middle Years Programme (MYP) untuk kelas 7 hingga kelas 10 (SMP hingga kelas 1 SMA), serta Diploma Programme (DP) untuk kelas 11 dan 12.

Ketiga program tersebut dirancang berkesinambungan, membentuk fondasi akademik sekaligus karakter siswa sejak usia dini hingga menjelang perguruan tinggi. Dan yang paling penting, seluruh jenjang pendidikan di YIS telah terakreditasi A, menegaskan mutu dan standar yang dijaga secara konsisten.

Pengajar di Yogyakarta Independent School
Sambutan dari Ibu Veronika Swanti (dok. YIS)

Bahasa pengantar dalam kegiatan belajar-mengajar adalah bahasa Inggris. Namun, YIS juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari bahasa asing lain seperti bahasa Prancis, Spanyol, dan Jepang. Bagi siswa warga negara asing, tersedia pula pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bagian dari integrasi budaya.

Ibu Swanti menegaskan bahwa meskipun menggunakan kurikulum internasional, YIS tetap mengintegrasikan nilai-nilai nasional melalui pembelajaran Pancasila bagi siswa WNI. Sekolah ini juga menerapkan manajemen mutu dengan evaluasi berkala setiap lima tahun guna memastikan standar pendidikan tetap terjaga dan relevan dengan perkembangan global.

Daftar alumni dari Yogyakarta Independent School yang diterima di universitas terkemuka dunia
Daftar alumnus YIS yang diterima di berbagai universitas terkemuka dunia

Selain itu, pembelajaran di YIS tidak berdiri sendiri. Sekolah ini aktif menjalin kemitraan dengan komunitas lokal maupun internasional, sehingga siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga terhubung dengan realitas sosial yang lebih luas. Dengan pendekatan tersebut, YIS berupaya menghadirkan pendidikan berstandar global.

Pembicara Utama dan Sesi Dialog Interaktif

Sebagai pembicara utama, hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman yang memberikan arahan sekaligus penguatan kepada para kepala sekolah. Dalam pemaparannya, ia menegaskan kembali semangat “pendidikan bermutu untuk semua” sebagai pijakan utama pembangunan pendidikan di Indonesia.

Pembicara utama, Kepala Dinas Pendidikan Kab Sleman (dok. YIS)

Menurutnya, pendidikan nasional bertujuan membuka wawasan dan membentuk karakter pelajar agar mampu melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Pendidikan bermutu bukan sekadar soal fasilitas atau label, melainkan kesesuaian antara standar nasional, sistem yang terstruktur, serta kemampuan satuan pendidikan dalam menjalankannya secara konsisten.

Ia juga menyinggung pentingnya program “Hari Belajar Guru” sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik. Guru adalah kunci transformasi pendidikan. Karena itu, peningkatan kualitas harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap kesejahteraan guru yang terus diupayakan semakin baik.

Setelah menyampaikan materi secara ringkas dan padat, Kepala Dinas membuka sesi tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di sekolah masing-masing.

Dialog berlangsung interaktif, dengan respons yang lugas dan solutif. Beberapa pertanyaan terkait kebijakan, manajemen sekolah, hingga tantangan implementasi program pendidikan dijawab secara terbuka, menciptakan suasana diskusi yang konstruktif dan produktif.

Bagian Akhir: Lebih dari Sekadar Tuan Rumah

Setelah sesi dialog berakhir, acara dilanjutkan dengan pembekalan bagi para kepala sekolah berupa motivasi dan penguatan iman dan takwa (imtaq). Sekitar pukul 11.00 WIB, rangkaian kegiatan resmi selesai. Para peserta berpamitan satu per satu, termasuk kepada Ibu Yani yang sejak awal menyambut para tamu dengan hangat.

suasana sesi penutup pertemuan kepala sekolah smp negeri se-kabupaten sleman

Suasana pertemuan menjelang berakhir

Sebelum meninggalkan area sekolah, saya bersama dua rekan berkesempatan berkeliling melihat langsung proses pembelajaran di Yogyakarta Independent School. Di sela kunjungan tersebut, kami berbincang dengan Pak Ino, salah satu staf pengajar yang telah mengabdi selama kurang lebih 20 tahun di YIS.

Sebagai guru musik, Pak Ino menceritakan dengan penuh antusias bagaimana proses pembelajaran berlangsung di kelasnya. Ia menjelaskan bahwa siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga didorong untuk mengeksplorasi kreativitas dan menciptakan karya. Beberapa siswa menunjukkan bakat yang menonjol, bahkan salah satunya telah mampu menghasilkan karya musik sendiri.

berbincang dengan salah satu pengajar di Yogyakarta Independent School

Berbincang dengan Pak Ino, teacher YIS

Percakapan singkat itu meninggalkan kesan mendalam. Saya semakin yakin bahwa setiap talenta akan berkembang jika diasah dengan tepat dan berada di lingkungan yang mendukung.

Dari apa yang saya lihat hari itu, YIS tidak sekadar menjadi tempat menimba ilmu. Sekolah ini menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk bereksplorasi, berkreasi, dan menemukan potensi terbaik dalam diri mereka, bekal penting untuk berkontribusi bagi dunia di masa depan. Ah, seasik itu emang sekolah di YIS!

Bikin penasaran ya sekolah internasional di Yogyakarta yang satu ini? Kalian bisa pantau Instagram @yogyakartaindependentschool atau datang langsung aja ke Kampus Yogyakarta Independent School (YIS) di Jalan Tegal Mlati No. 1, Jombor Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta.



Dian Purnama
Dian Purnama Hi, I am Dian

Posting Komentar untuk "Yogyakarta Independent School Jadi Tuan Rumah Pertemuan Kepala Sekolah SMP Negeri se-Kabupaten Sleman"