Buka Puasa di Abhayagiri Resto Jogja: Mewah dengan Panorama Candi Prambanan
Minggu pertama Ramadan selalu punya cerita. Undangan buka puasa bersama atau bukber mulai berdatangan, dari teman lama, kerabat hingga rekan kerja. Tahun ini, saya beruntung. Gara-gara ikutan heritage walking tour bonus dapat vocher buka puasa di Abhayagiri. Senang sekali, berkah ramadan.
Nama Abhayagiri mungkin sudah tidak asing bagi pencinta kuliner dan pemburu senja di Yogyakarta. Restoran ini dikenal dengan konsep fine dining yang dipadukan dengan nuansa resort. Artinya, pengunjung tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga untuk menikmati pengalaman menyeluruh, mulai dari suasana, lanskap, hingga detail arsitektur yang menyatu dengan alam.
Perjalanan Menuju Abhayagiri:
Sedikit “Ndelik”, Banyak Keindahan
Dari pusat Kota Yogyakarta,
perjalanan menuju Abhayagiri memakan waktu hampir satu jam. Rute paling praktis
tentu saja mengikuti petunjuk Google Maps. Meski lokasinya agak “ndelik” atau
tersembunyi, akses jalannya cukup baik dan bisa dilalui kendaraan roda dua
maupun roda empat. Bahkan, area parkirnya pun cukup luas untuk menampung
kendaraan dalam jumlah banyak.
Begitu memasuki kawasan resto, udara
terasa lebih sejuk. Hamparan sawah dan perbukitan menyambut dengan warna hijau
yang menenangkan mata. Di bawah langit kelabu, dari kejauhan, siluet Candi
Prambanan berdiri megah. Pemandangan indah terhampar terutama ketika langit
mulai beranjak jingga menjelang waktu berbuka.
Salah satu staf yang menyambut kami
menunjukkan arah menuju pintu masuk restoran. Di kawasan ini, ternyata juga
terdapat sebuah stupa yang termasuk situs cagar budaya. Meski berada di lahan
privat, keberadaannya tetap dilindungi sebagai situs arkeologi di bawah
pengawasan otoritas pelestarian budaya. Perpaduan antara warisan sejarah dan
konsep modern inilah yang membuat Abhayagiri terasa unik
Menunggu Bedug dengan Panorama
Prambanan
Salah satu daya tarik utama buka
puasa di Abhayagiri Resto tentu saja pemandangannya. Bayangkan menunggu azan
magrib dengan latar Candi Prambanan, sawah yang membentang, dan langit senja
yang perlahan berubah warna.
![]() |
| Tampak di kejauhan, Candi Prambanan |
Ketika hujan turun sore itu, suasana justru terasa semakin syahdu. Rintik air membasahi atap dan dedaunan, sementara pengunjung berbincang hangat di meja masing-masing. Momen seperti ini yang membuat bukber bukan sekadar makan bersama, tetapi juga pengalaman yang membekas.
Tak heran jika banyak orang
memilih Abhayagiri sebagai tempat buka puasa bersama keluarga, sahabat, bahkan
kolega kantor. Selain nyaman, tempat ini juga memberi kesan eksklusif tanpa
terasa kaku.
Paket Iftar “Sangraha
Bhojana”: Sajian Khas Aceh yang Menggugah Selera
Ramadan kali ini, Abhayagiri
mengusung tajuk “Sangraha Bhojana” untuk paket iftarnya. Konsepnya adalah
buffet dengan sentuhan menu khas Aceh yang kaya rempah dan cita rasa.
Paket iftar dibedakan menjadi dua
kategori: Weekday (Senin–Kamis): Rp129.000 per orang dan Weekend (Jumat–Minggu):
Rp240.000 per orang
Karena saya datang pada hari
Minggu, otomatis saya menikmati paket weekend. Harga tersebut memang tergolong
premium, tetapi sebanding dengan variasi menu dan suasana yang ditawarkan.
Ragam Menu Nusantara dan
Western
Mayoritas hidangan yang disajikan adalah masakan Indonesia, khususnya bernuansa Aceh. Beberapa menu yang tersedia antara lain: Sup iga khas Aceh, Mi Aceh, Ayam tangkap, Udang balado, Sate ayam dan sate sapi. Untuk pilihan western, tersedia pasta spaghetti yang dimasak langsung (live cooking). Aroma bawang putih dan saus yang mengepul dari wajan menambah godaan menjelang waktu berbuka.
Minuman yang tersedia pun
beragam, mulai dari es timun yang menyegarkan, aneka jus buah, hingga pilihan
minuman manis lainnya untuk membatalkan puasa. Di meja pencuci mulut, deretan
puding aneka rasa, es krim, donat, jenang, dan camilan tradisional tertata rapi
menggoda untuk dicicipi.
Sup Iga Aceh yang
Menghangatkan di Tengah Hujan
Dari sekian banyak menu, sup iga
khas Aceh menjadi favorit saya. Kuahnya kaya rempah, dengan rasa gurih yang
dalam dan sedikit sentuhan pedas yang menghangatkan. Disantap dalam keadaan
panas, apalagi saat hujan deras mengguyur sore itu, rasanya benar-benar pas.
Daging iganya empuk dan mudah
lepas dari tulang. Setiap sendok kuahnya seperti mengembalikan energi setelah
seharian berpuasa. Tidak berlebihan jika saya mengatakan menu ini layak menjadi
bintang utama dalam paket iftar kali ini.
Selain itu, ayam tangkap juga
patut dicoba. Saya kebetulan mengambil bagian paha bawah. Dagingnya lembut dan
juicy, dengan taburan daun kari goreng yang renyah dan harum. Perpaduan tekstur
dan rasa membuat menu ini cepat habis di meja prasmanan. Mi Acehnya pun tidak
kalah menggoda, dengan bumbu pekat dan aroma rempah yang khas. Bagi pencinta
makanan berbumbu kuat, sajian ini jelas memuaskan.
Tempat Bukber di Jogja dengan
Nuansa Healing
Berbuka puasa di Abhayagiri bukan
sekadar soal kenyang. Ada sensasi “healing” yang sulit dijelaskan. Duduk santai
sambil menikmati pemandangan, berbincang tanpa terburu-buru, dan menghirup
udara perbukitan memberi efek relaksasi tersendiri.
![]() |
| Abhayagiri Resto menjelang senja |
Ramadan selalu identik dengan kebersamaan. Namun, sesekali memilih tempat yang istimewa bisa memberi warna berbeda dalam perjalanan bulan suci. Buka puasa di Abhayagiri Resto menghadirkan perpaduan antara rasa, suasana, dan lanskap yang sulit dilupakan.
Saat lampu-lampu mulai menyala
dan malam perlahan turun di perbukitan, saya menyadari bahwa pengalaman ini
bukan hanya tentang menu yang enak. Lebih dari itu, ini tentang jeda. Tentang
memberi ruang bagi diri sendiri untuk menikmati momen, sebelum kembali pada
rutinitas esok hari.
Jika kalian sedang mencari
rekomendasi tempat bukber di Jogja dengan view Candi Prambanan dan suasana yang
tenang, Abhayagiri bisa masuk dalam daftar teratas. Setidaknya, sekali dalam
Ramadan, rasakanlah berbuka dengan panorama yang membuat hati ikut lapang.



Posting Komentar untuk "Buka Puasa di Abhayagiri Resto Jogja: Mewah dengan Panorama Candi Prambanan"