7 Benda yang Harus Dibawa Saat Traveling



Hai Klavers,

Mau liburan ke mana kali ini? Saya sih bukan tipe orang yang spontaneous dalam hal merencanakan liburan, bukannya gimana-gimana, liburan kan butuh cuan. Jadi selalu harus dibudgetkan jauh-jauh hari. Apalagi kalau travelingnya agak jauhan. Musti hunting tiket, itu pun pasti cari yang promo kan? Pokoknya mah setahun sekali harus piknik hehehe. Urusan hunting tiket biasanya menjadi urusan paling rempong karena menyita waktu dan pikiran, tapi demi keutuhan budget traveling tetap terjaga, ikhlas ikhlas aja dilakoni. Kerempongan kedua adalah saat packing. Meskipun termasuk wellplaned dalam urusan traveling, khusus bagian packing saya lebih suka dadakan. Artinya mengepak barang-barang kebutuhan semalam sebelum keberangkatan. Tentu saja mapping barang-barang yang harus saya bawa sudah tercatat di otak, jadi pas malamnya tinggal masuk ke dalam koper/ransel.

Nah ini ni barang-barang wajib yang nggak boleh ketinggalan saat saya bepergian ke luar negeri:

1.    Baju olah raga & sepatu olah raga
Sehari-hari kebiasaan saya adalah yoga setiap pagi. Nah aktivitas ini juga tetap saya lakukan lho meskipun sedang liburan. Biasanya yoga dilakukan pada malam hari sebelum tidur dan pagi hari setelah bangun tidur. Saat traveling, saya lebih banyak mengexplore suatu kota dengan berjalan kaki. Tentu saja kita butuh fisik yang bugar bukan? Yoga menjadi salah satu alternative olah raga untuk memperlancar peredaran darah dan menjadikan badan lebih fresh.

 Selain yoga, jogging juga menjadi pilihan saya, biasanya saya pilih pagi hari. Selain olah raga saya juga bisa berkenalan lebih dekat dengan kota yang sedang saya kunjungi. Saya jadi tahu bagaimana keadaan kota di pagi hari, aktivitas masyarakat di sekitar dan bonus sunrise yang indah di sudut kota. Pilihan olah raga berikutnya adalah memanfaatkan fasilitas di hotel bila ada gym dan kolam renang. Liburan itu harus seimbang, otak dan pikiran fresh begitu juga dengan badan juga harus tetap fit. Olah raga lanjuuuuttt terooossss.


2.    Agar-agar instan
Maksudnya? Jadi gini saat traveling ke luar negeri kebanyakan orang akan membawa “bekal” beberapa makanan instan  misalnya mie instan, ikan sarden kaleng atau makanan-makanan olahan yang tahan lama kering tempe, sambal teri, abon dll. Saya pribadi termasuk gampang dalam hal pilihan makanan. Karena niat dari awal adalah mendapatkan pengalaman baru, artinya berkuliner itu juga akan memperkaya pengalaman lidah kita bukan. Saya tinggalkan saja semua makanan-makanan itu di Indonesia saja.

Nah saking asyiknya mencoba makanan baru, biasanya ada aja masalah pencernaan yang ditimbulkan saat perjalanan salah satunya adalah sembelit. Saat liburan kita agak susah memilih makanan, karena kita cenderung ingin mencoba semua makanan baru/makanan khas suatu negara. Bisa jadi karena makanan yang kita makan terlalu banyak daging sehingga kurang memerhatikan kandungan makanan termasuk serat. Karena itu lah saya selalu membawa agar-agar instan. Cara membuatnya cukup mudah, tinggal diseduh dengan air panas saja, jadi bisa dibuat di hotel dan praktis. Bisa dijadikan minuman jika disajikan dalam keadaan masih hangat, jika didiamkan sampai dingin akan  menjadi agar-agar. Kandungan serat/ fibernya yang tinggi, agar-agar cukup efektif untuk memperlancar urusan ke belakang.

3.    Oralit Sachet atau Norit
Selain sembelit, gangguan pencernaan yang paling sering dialami oleh para traveler adalah diare. Sebenarnya mungkin mudah ya untuk mendapatkan obat diare di apotek, tapi karena pengetahuan tentang obat-obatan saya terbatas dan saya juga tidak tahu apakah obat-obat tersebut di jual bebas, saya merasa aman jika sudah menyiapkannya dari rumah. Apalagi pencernaan saya agak sedikit sensitive, tidak terlalu tahan dengan masakan pedas.

Di dompet P3K traveling saya selalu ada beberapa sachet oralit. Diare akan berkurang jika sudah minum beberapa dan menjaga makanan. Jika stock oralit habis dan saya mengalami diare, saya bisa memilih untuk mengkonsumsi youghurt yang lebih mudah ditemukan. Kalau terpaksa sekali minum obat, pilihan saya jatuh pada Norit. Tablet arang berwarna hitam ini akan mengurangi frekuensi diare, biasanya saya juga membawanya saat traveling untuk berjaga-jaga. Yang paling penting jika sudah terjadi diare adalah mulai perbanyak cairan agar tubuh tidak lemas dan dehidrasi.

4.    Jahe
Menghadapi long flight kadang memang menguras energi. Belum lagi jika terpaksa harus menunggu di airport untuk penerbangan selanjutnya. Waktu yang tanggung, misalnya, jika kita tiba tengah malam dan menjelang subuh harus terbang lagi. Serba salah, mau sewa hotel lumayan mahal dan budget membengkak, tapi kalau tidur di airport badan pegal-pegal. Biasanya saya memilih yang terakhir, tidur di airport. Selain demi cuan, pertimbangan yang lebih penting adalah agar tidak ketinggalan pesawat. Meskipun resikonya tidak akan pernah tidur nyenyak dan pegal-pegal.

Tenang, untuk mengatasi kelelahan dan rasa mual karena jetlag, saya selalu menyiapkan jahe. Karena dibawa traveling saya membawa yang versi minuman instan atau jahe dalam bentuk bubuk. Sesampai di hotel bisa langsung masak air panas dan cukup minum satu gelas, niscaya rasa mual akan hilang.

5.    Obat herbal untuk masuk angin
Kondisi cuaca negara yang kita tuju hampir tidak pernah ada yang sama dengan kondisi di Indonesia karena adanya perbedaan kondisi geografis. Nah kadang inilah yang menimbulkan badan kita mudah sakit. Entah karena kondisi cuaca ataupun faktor dari dalam diri kita sendiri. Kondisi badan yang kurang fit, makan yang tidak teratur bisa menimbulkan “masuk angin”. Jurus terjitu ya minum obat, saya pilih jamu herbal untuk masuk angin. Minum satu sachet dan istirahat cukup, badan sudah enakan dan siap lanjut traveling lagi

6.    Minyak gosok/minyak tawon
Selain urusan badan, flu, diare kadang ada hal sepele yang sering dialami para traveler, digigit nyamuk atau semut. Bagi saya urusan ini kadang sedikit merepotkan karena bisa menimbulkan gatal. Saya selalu membawa minyak tawon, minyak Iini berfungsi serbaguna, karena selain mengatasi masalah yang ada hubungannya dengan serangga, rasa hangat minyak tawon bisa digunakan untuk mengatasi pegal kaki atau menghangatkan perut saat masuk angin. Minyak yang satu ini wajib masuk dompet P3K, saya bawa yang ukurannya paling kecil, supaya aman masuk ke tas kabin.
 
7.    Kunyit
Hah kunyit? Untuk apa? Bagian terakhir ini lebih ke girl thing, apalagi kalau bukan datang bulan. Urusan ini kadang susah ditawar saat traveling. Dan ada kalanya bisa mengganggu aktivitas liburan kita. Suatu ketika sepupu saya pernah terpaksa off satu hari traveling dan hanya bisa tiduran di hotel karena kram perut di hari pertama menstruasi. Wah yang ini jelas gak enak banget kan? Apalagi jika kamu hanya punya waktu yang sebentar untuk liburan.

Saya punya triknya, sebelum traveling pastikan menghitung apakah di tanggal itu adalah masa kita datang bulan. Bila iya, saya biasanya membawa kunyit, dalam bentuk bubuk tentu saja. Kunyit bubuk sangat praktis untuk dibuat minuman dan berkhasiat mengurangi rasa sakit  bahkan pada masa PMS, saat menstruasi dan setelahnya. Jadi saya tetap bisa traveling dengan tenang tanpa gangguan sakit datang bulan.

Barang-barang tersebut kecuali baju dan sepatu olah raga saya tempatkan di satu tempat khusus (dompet P3K) agar mudah dicari dan pastikan ada di tas kabin. Jumlah barang-barang tersebut tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah hari saya bepergian. Kita memang selalu berharap agar selalu diberikan kesehatan saat melakukan perjalanan, tapi mempersiapkan segala sesuatu tentu tidak ada salahnya bukan. Jangan sampai gara-gara badan kurang fit rencana liburan yang sudah kita siapkan dengan baik menjadi berantakan. Selamat liburan and keep healthy always Klavers


Komentar

Postingan Populer