Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menikmati Kopi di Vietnam, dari Kedai Tua hingga Kafe Modern

Saya suka kopi, tetapi tidak suka ngopi. Kok bisa? Tidak seperti pecinta atau penikmat kopi pada umumnya yang mengawali pagi dengan secangkir kopi atau rutin minum kopi setiap hari, saya hanya suka kopi. Itu saja. 

Minum kopi? Tentu. Namun, jumlah cangkir yang saya habiskan dalam setahun mungkin masih bisa dihitung dengan jari. Frekuensinya jauh lebih sedikit dibandingkan orang yang benar-benar gemar ngopi.

Biasanya, saya minum kopi kalau menemukan kopi yang enak atau pada momen-momen tertentu. Itu pun tidak pernah pagi-pagi. Waktu favorit saya justru sekitar pukul 15.00. Anehnya, ritual ngopi ini lebih sering saya lakukan di kantor, biasanya sekitar pukul 15.00–15.30. Pilihan saya sederhana, kopi hitam tanpa gula yang langsung diminum sampai habis sebelum panasnya menghilang.

Karena itu, saya senang sekali ketika mendapat kesempatan singgah di Vietnam. Negara ini memang dikenal dengan tradisi minum kopi yang kuat. Di sana, kopi tidak hanya sekadar minuman, melainkan bagian dari keseharian dan budaya.

Lihat saja, kedai-kedai kopi di sudut kota selalu ramai, mulai dari yang di pinggir jalan sampai café fancy, dari pagi hingga larut malam. Keberadaannya pun seolah menyatu dan menjadi bagian wajah kota Vietnam yang menambah warna dan estetika jalanan. 

Pilihan Tempat Ngopi di Saigon

Jika kebetulan sedang berlibur ke Vietman dan singgah di Saigon atau Ho Chi Minh, ada beberapa tempat ngopi yang bisa masuk dalam daftar kunjungan. Amandine, host Saveur Magazine di kanal YouTube-nya, membagikan empat rekomendasi tempat kopi yang menarik untuk dicoba.

1. Cà Phê Vợt

Di kawasan Phú Nhuận, Saigon, terdapat sebuah kedai kopi keluarga tepatnya di 330/2 Phan Đình Phùng. Salah satu hal menarik dari Cà Phê Vợt adalah proses penyeduhan kopi yang menggunakan saringan kain selama lebih dari 70 tahun. 

Metode seduh tradisional menggunakan kain, cara yang digunakan jauh sebelum saringan logam populer seperti sekarang. Di kedai ini, tradisi tersebut masih dipertahankan hingga kini. Air yang digunakan dimasak menggunakan arang sehingga menghasilkan suhu yang lebih panas dibandingkan kompor listrik. 

Saat ini kedai dikelola oleh Ibu Tuyết, generasi kedua dari keluarga pemiliknya. Orang tua Ibu Tuyết merupakan generasi pertama yang membuka kedai. Ibu Tuyết mulai belajar ketika usia tujuh tahun sekaligus membantu di kedai sepulang sekolah.

Di usia 78 tahun, ia masih menjadi bagian penting dari tempat yang telah menjadi saksi perjalanan panjang budaya kopi di kawasan tersebut. Dulu, ketika Ibu Tuyết masih kecil, penjual kopi di kawasan ini sangat banyak. Kini, kedai-kedai tersebut satu per satu menghilang. 

Namun ia tetap meneruskannya, dan kini anaknya turut membantu mengelola kedai. Cà Phê Vợt tetap bertahan karena Ibu Tuyết menyukai pekerjaannya dan tentu saja, karena ia mencintai kopi. Jika kalian mampir kemari, bisa pesan es kopi susu yaitu kopi dengan susu kental manis yang menjadi salah satu pilihan populer di kalangan orang muda. Es kopi hitam dan white latte juga termasuk menu yang banyak dipesan.

2. Hue Café Roastery

Sesuai namanya, Hue Café Roastery menawarkan kopi yang terinspirasi dari Hue, kota di Vietnam bagian tengah. Salah satu menu yang menarik perhatian adalah iced salt coffee, atau yang dikenal sebagai cà phê muối. Minuman ini merupakan perpaduan kopi dan susu dengan tambahan sedikit garam.

Jangan bayangkan rasanya seperti kopi asin. Justru sebaliknya, sedikit garam berfungsi memberikan keseimbangan terhadap rasa manis, sehingga menghasilkan karakter rasa yang berbeda. Seperti banyak kedai kopi di Vietnam, Hue Café Roastery juga menggunakan phin, alat seduh kopi tradisional Vietnam yang menghasilkan seduhan perlahan dan khas.

3. Cộng Cà Phê

Bagi pencinta kedai kopi dengan suasana vintage, café ini bisa menjadi salah satu tempat yang menarik untuk disinggahi. Cộng Cà Phê merupakan salah satu waralaba kopi Vietnam yang populer. 

Salah satu menu andalannya adalah kopi kelapa, perpaduan kopi, susu kental manis, es, dan krim kelapa. Di atasnya, terdapat taburan kelapa panggang yang renyah. Kopi kelapa sendiri populer di Vietnam bagian selatan. 

Namun, bukan hanya minumannya yang menjadi daya tarik. Interior Cộng Cà Phê menghadirkan nuansa vintage dan retro, dengan furnitur kayu serta warna hijau yang dominan. Popularitasnya bahkan telah menembus luar Vietnam hingga membuka cabang di Paris. 

4. Sipply Café 

Tidak jauh dari Bến Thành Market, terdapat Sipply Café. Sebuah tempat ngopi modern yang menawarkan kopi Vietnam dengan pendekatan yang lebih kontemporer. Di sini, pilihan kopinya secara khusus mengeksplorasi berbagai karakter kopi dari sejumlah wilayah Vietnam. 

Ada kopi dari Sơn La di Vietnam utara, Măng Đen sebuah daerah datran tinggi di tengah Vietnam, hingga Cầu Đất yang terkenal dari wilayah selatan. Biji kopinya pun diolah cara  disangrai mulai dari tingkat light hingga medium. Pendekatan ini ditujukan untuk menghasilkan cita rasa yang lebih manis dan jernih. 

Hasilnya adalah seduhan yang ringan, lembut, dan elegan. Sebuah pengalaman yang sedikit berbeda dari karakter kopi Vietnam yang selama ini mungkin lebih dikenal dengan rasa kuat dan penggunaan susu kental manis.

Sensasi Ngopi Otentik di Pinggir Jalan

Menikmati secangkir kopi di kafe kecil di sudut kota Saigon

Selain mengunjungi kafe atau kedai kopi jadul yang sudah terkenal, ada satu pengalaman yang menurut saya tidak boleh dilewatkan ketika berada di Vietnam yaitu menikmati kopi di pinggir jalan bersama warga lokal. 

Bagi saya, menikmati kopi di kedai pinggir jalan memberikan sensasi yang lebih memorable. Ya! Benar sekali! Saya memilih kedai yang ramai oleh warga lokal. Konon katanya sih, semakin ramai oleh warga setempat, semakin otentik dan menarik pula untuk dicoba.

Justru di tempat-tempat sederhana seperti inilah pengalaman ngopi terasa lebih dekat dengan keseharian masyarakat Vietnam. Duduk di pinggir jalan, menyeruput kopi, sambil menyaksikan lalu lalang orang dan denyut kehidupan kota memberikan pengalaman yang berbeda. 

Ini bukan soal menikmati secangkir kopi belaka, tetapi bagaimana merasakan suasana kota dari jarak yang lebih dekat. Jadi, saat berkunjung ke Vietnam nanti,  berikan jeda waktu untuk duduk sebentar di sebuah kedai kopi. Pesan kopi favoritmu, sembari santai lalu biarkan kota itu berjalan di depan mata.

Selamat berburu kopi di Vietnam!




Dian Purnama
Dian Purnama Hi, I am Dian

Posting Komentar untuk "Menikmati Kopi di Vietnam, dari Kedai Tua hingga Kafe Modern"